Kulit Wanita Aktif Berpotensi Alami Penuaan Dini

Menurut dr Srie Prihianti SpKK, PhD, dari Erha Apothecary, kulit wajah wanita aktif memiliki kecenderungan kulit yang kurang sehat. Dipaparkan oleh dokter yang akrab disapa dr Yanti ini, wanita aktif memiliki aktivitas yang sangat padat dan mobilitas yang tinggi. Tak jarang, lupa merawat kulitnya, padahal, mereka dituntut untuk tampil prima setiap saat. 

Bayangkan, Anda sedang terburu-buru untuk pergi ke sebuah rapat, berdiri di bawah paparan matahari yang sedang ada tepat di atas kepala Anda, di pinggir jalan, tak ada taksi yang mau berhenti untuk Anda, plus, ada bus yang mengembuskan asap knalpot langsung di depan Anda. Uh, terbayang betapa stresnya Anda? Itu belum seberapa ketimbang stres yang dialami kulit Anda, sebagai tabir pelindung terutama dari tubuh Anda. Ia mendapat terpaan yang dua kali lipat. Dari luar, karena kondisi lingkungan, di tambah pikiran Anda yang semrawut dan menimbulkan stres, baik untuk pikiran, juga untuk kulit. 

Menurut dr Yanti kulit wanita yang tinggal di perkotaan sangat rentan terekspos polusi. Sangat sulit untuk mencegah kulit tidak terekspos polusi yang bisa menciptakan masalah pada kulit. Mulai dari asap kendaraan bermotor, asap industri, asap rokok, bahkan air hujan sekalipun sudah mengandung polutan yang bisa merusak lapisan kulit. Salah satu dampak dari kulit yang terlalu sering terekspos polusi adalah penuaan dini.

"Kulit adalah organ hidup pula, ia bisa menua, dan pasti akan menua. Namun, tergantung pula dengan cara kita bagaimana merawatnya agar bisa mempertahankan keremajaannya dan memperlambat penuaan," terang dokter yang juga adalah staf pengajar di Universitas Indonesia ini. 

Disarankan oleh dr Yanti agar para wanita tidak lupa untuk melakukan 4 perawatan kulit mendasar sehari-harinya untuk memperlambat penuaan pada kulit:
1. Cleansing
"Pembersihan kulit sebaiknya dilakukan 2-3 kali sehari tidak lebih dari itu agar tidak membuat kulit kering atau teriritasi," jelas dr Yanti. Sebisa mungkin carilah pembersih kulit wajah yang mengandung antioksidan untuk membantu menambah dan mengurangi dampak radikal bebas pada kulit wajah. 

2. Toner

Produk perawatan kulit yang seringkali dilewatkan begitu saja oleh para wanita adalah penggunaan toner. Banyak yang mengatakan, toner tidak terlalu penting karena bisa membuat kulit kering. Padahal, menurut dr Yanti, penggunaan toner diperlukan untuk mengembalikan kondisi pH kulit ke angka normal setelah sempat turun akibat pembersihan kulit wajah menggunakan sabun atau lainnya. 

3. Pelembap
Ada sebagian orang yang menolak untuk menggunakan pelembap dengan alasan karena kulitnya sudah berminyak, kalau ditambahkan pelembap lagi akan tambah mengkilap atau menutup pori-pori. Padahal, sebenarnya Anda bisa memilih pelembap yang sudah didesain khusus. Misal, pelembap dengan kandungan air lebih banyak agar tidak menimbulkan kilap atau menutup pori-pori. Karena pada dasarnya, polusi membuat kulit kering, membuat rongga-rongga tak terlihat pada kulit. Bayangkan tanah yang tandus dan kering, akan ada retak-retak di sana-sini. Seperti itulah jika kulit dalam kondisi kering. Akan lebih rentan bagi kulit untuk terkena penyakit jika kondisinya kering seperti itu, karena akan makin banyak bakteri yang masuk ke dalam jaringan dalam kulit. 

4. Proteksi
Adalah hal yang wajib untuk menggunakan proteksi kulit setiap kali keluar rumah. Saat ini sinar matahari akan lebih jahat berdampak pada kulit. Akan lebih baik jika Anda melindungi kulit Anda, yang merupakan aset, dengan mengoleskan sunblock setiap kali beraktivitas sehari-hari. Karena, meski Anda berada dalam ruangan sekalipun, sinar UVA dan UVB yang bisa merusak kulit tetap bisa masuk dan menerobos pertahanan Anda. Bahkan lampu-lampu di dalam ruangan pun memiliki kemampuan untuk merusak kulit. Untuk Anda yang berada dalam ruangan, cukup gunakan SPF 15 sementara untuk yang berada di luar ruangan, gunakan SPF 30-50. Perlu diketahui ukuran SPF adalah ukuran perlindungan untuk UVA. Jangan lupa untuk melihat takaran PA yakni, ukuran untuk perlindungan UVB, biasanya dalam bentuk + 1, + 2, atau + 3. Lebih penting untuk mengoleskan sunblock berkali-kali ketimbang sekali saja, namun dalam jumlah tebal. Disarankan untuk mengoleskan kembali sunblocksetidaknya setiap 2-3 jam sekali.